Oleh : H. Akbar Saefulloh
 Garis tangan merupakan identitas setiap manusia yang diberikan oleh Pencipta-Nya, karena segala tingkah gerak laku lampah manusia banyak didominasi oleh gerakan tangan. Bahkan cara berkomunikasi dengan orang bisupun banyak diisyaratkan dengan gerakan tangan. Identitas seseorang agar lebih valid dan akurat, dibubuhi oleh tanda tangan. Untuk menentukan pemilik nama seseorang yang tepat dan pasti, diperlukan sidik jari. Oleh karena itulah, tangan berperan penting dalam kehidupan setiap manusia.

Misteri Sangiang Tapak Pajajaran
    Dilain pihak kaki sebagai penopang untuk berpijak diatas bumi memiliki peran penting pula bagi manusia. Dengan kakilah manusia dapat menelusuri hamparan dunia ini. Tanpa kaki manusia sangat menderita, hanya sayang kaki merupakan bagian vitalpun jarang diingat jasanya yang telah membawa kebahagiaan bagi manusia.
            Organ tubuh tangan dan kaki merupakan  bagian yang mencatat perbuatan dan pengalaman manusia, benarkah demikian ?. Selama penelusuran PERJALANAN PAJAJARAN SILIWANGI, banyak hikmah dan intisari yang dapat dipetik sehingga menarik untuk direnungkan sebagai bekal kehidupan manusia. Sebab ternyata TELAPAK TANGAN memiliki memori dan sebagai alat sensor yang patut dibanggakan. Oleh karena itu, marilah berbagi informasi mengenai telapak tangan dan kaki manusia semoga bermanfaat dan menjadi bahan kajian bersama.
            TELAPAK TANGAN, merupakan kodrat yang dianugerahkan Allah SWT kepada setiap manusia. Hal ini ternyata telah diingatkan oleh leluhur PAJAJARAN SILIWANGI yang diisyaratkan melalui Telapak Tangan dan Jejak Kaki pada batu tertentu. Salah satu bekas Telapak Tangan yang terdapat pada batu, diantaranya terdapat di Gunung Manangel. Kemudian juga telah disinggung pada artikel yang berjudul Mengkaji Tulisan Karuhun, dimana pada salah satu alenia disimak selintas mengenai yang ditulis dengan jatidiri sebagai Sangiang Tapak. Sedangkan TELAPAK KAKI, terdapat pada batu diantaranya yang terletak   di Lemah Duhur situs Batutulis, di situs Ciampea, situs Pasir Awi Cipamingkis dan lain-lain. Ternyata artifak tersebut setelah direnungkan sebagai isyarat yang menarik bagi kehidupan manusia.

TELAPAK TANGAN, bukan hanya identitas pribadi seseorang tetapi juga terdapat nuansa kepentingan  didalamnya, antara lain ; dengan tangan manusia beraktifitas mencari nafkah, melakukan hiburan, beribadah, beraktifitas sosial bahkan melakukan kejahatan, maka organ tangan sangat dominan dan hampir semua aktifitas seseorang menggunakan tangan. Dari kesibukan manusia tersebut, tangan juga bagaikan menyimpan alat sensor dimana indra perabanya dapat mengetahui secara pasti suatu kondisi panas, dingin, halus kasar, berat maupun sebaliknya. Sungguh sangat luar biasa peran tangan beserta telapak garisnya, dapat merasakan suatu kondisi dan langsung menghubungi otak untuk menyebutkan hasil sensornya.

Selain itu, satu persatu jemari tangan seseorang memiliki makna, kedudukan tertentu dan menunjukkan pribadi pemiliknya; lihatlah ketika jari telunjuk bergerak apakah kesan yang ingin disampaikannya bersifat memerintah ! menunjukkan sesuatu ! mengusir atau mengandung perintah lainnya !.    Dari telunjuk itulah lawan komunikasinya akan mengetahui siapa yang dihadapinya, apakah seorang atasan, apakah seorang bos, apakah pelayan atau teman akrabnya. Jari telunjuk itu pula, menunjukkan kepribadian seseorang  yang berpendidikan atau tidak. Malah bisa pula menggambarkan seseorang kurang berpendidikan tetapi memiliki tingkat etika yang tinggi karena kebiasaan dan pengalaman. Kemudian juga jari-jari lainnya, tidak jauh berbeda mempunyai fungsi tersendiri.
Sedangkan jari jempol tangan juga gambaran kepribadian pemiliknya. Jika jempol digunakan untuk menunjukkan sesuatu, maka orang tersebut santun sekali. Malah dari jempol pula seringkali diperlihatkan yang menandakan pujian  untuk seseorang. Jari lainnya seperti kelingking, jari manis maupun jari tengah, juga memiliki fungsi dan makna tertentu. Itulah jemari satu sama lain berbeda tetapi dapat bekerjasama secara berbarengan, sehingga nampak bagai satu kesatuan yang kuat dan menakjubkan. Jika jemari tangan digunakan bersatu, maka menjadi suatu kekuatan yang istimewa. Hanya tinggal mengetahui apakah dipergunakan untuk kegiatan yang bermanfaat, kebaikan, kejahatan atau penghormatan sebagaimana layaknya gerakan penghormatan militer. Namun pasti tangan-tangan tersebut juga digerakan secara reflek oleh naluri kemanusiaan dan juga tergantung sifat serta laku lampah yang biasa dan menjadi kebiasaannya. Dan rutinitasnya tersebut, pasti meninggalkan bekas pada garis telapak tangan sebagai catatan apa yang telah dilakukannya. Benarkah garis tangan mencatat ?.
Jejak kaki dan goresan tangan artifak Pajajaran Siliwangi
Oleh karena itulah, para ahli banyak menggunakan garis tangan sebagai  alat pembuktian identitas seseorang dengan tanda tangan maupun sidik jari. Hal itu menunjukkan bahwa tanda tangan maupun sidik jari merupakan isyarat pasti yang dapat diselidiki kebenaran pemiliknya. Tetapi memang ampuh terutama dari sidik jari, penyelidik dapat membuktikan hal itu. Sungguh penemuan luar biasa kepandaian orang pertama yang menggunakan cara itu. Hasil karya orang tersebut patut dibanggakan karena dapat menjabarkan qodrat yang diberikan Allah SWT, sebab tidak mungkin Allah SWT menciptakan dari sekian juta manusia di bumi ini yang memiliki garis tangan yang sama.
            Dilain pihak dalam artifak PERJALANAN PAJAJARAN SILIWANGI, juga meninggalkan jejak kaki. Hal inipun memberi makna tersendiri dalam pengembaraannya. Kenapa demikian ? marilah kita simak pula sejenak tentang jejak kaki. Jejak itu terlihat jelas pada situs Batutulis, situs Ciampea, Situs di Gunung Manangel dan situs-situs lainnya. Kaki ternyata memiliki peran penting pula, karena menyatakan bahwa ditempat itu pernah disinggahi oleh leluhur Pajajaran.
Artifak telapak tangan hampir punah ditelan masa
Jika direnungkan, setiap muslim manakala berwudhu mula-mula yang di bersihkan adalah tangan dan diakhiri dengan membersihkan kaki. Apa mungkin ada hubungannya antara artifak Pajajaran dengan wudhu ?. Karena tangan dan kaki sering di ulas pada kisah Pajajaran Siliwangi. Tetapi yang nyata tidaklah sembarang leluhur Pajajaran meninggalkan jejaknya. Mungkin terdapat pesan yang ingin disampaikan terutama bagi keturunannya. Memang sepintas yang terlihat hanya  jejak kaki, namun yang menjadi misteri adalah jejak kaki dan kenapa harus pada permukaan batu !?. Kondisi batu merupakan benda padat keras dan kuat menunjukkan  sifatnya yang tahan lama. Karakter itulah yang menjadi lambang keteguhan hati dan kepribadian yang kuat. Oleh karena itu wajarlah  jika pendahulu Pajajaran memilih jejak kakinya ditinggalkan di atas batu. Dan jika diamati pada telapak kakipun, ternyata terdapat garis-garis sebagaimana yang terdapat pada garis telapak tangan.
Garis tangan maupun garis jejak kaki memiliki kesamaan. Maka cobalah perhatikan pada garis-garis kecil pada bagian sisi tangan maupun kaki itu semakin lama akan terdapat perubahan, kecuali pada ujung jari tangan bersifat permanen. Jika berubah apa mungkin garis ditelapak tangan maupun kaki karena mencatat setiap perbuatan pemiliknya ?. Hal itu mungkin saja mencatat setiap perbuatan manusia sehingga sangat berkaitan erat dengan pendapat yang menganjurkan agar setiap muslim ketika beribadah di Mekah memperbanyak jejak kaki. Bukan sewaktu di Masjidil Haram saja, tetapi juga di anjurkan disetiap mesjid memperbanyak salat sunat serta berpindah-pindah untuk memperbanyak jejak kaki, karena semakin banyak jejak yang ditinggalkan semakin banyak pula pahala yang akan dicatatnya. Mungkinkah demikian !
Telapak Kaki Karuhun Siliwangi
           Pada dasarnya jejak kaki maupun telapak tangan mendominasi aktifitas manusia, kiranya kita patut bersyukur memiliki organ tubuh yang utuh sehingga dianjurkan memelihara dan menjaga jejak keduanya dari  perbuatan yang tercela. Sebab tidak mustahil kelak akan diminta pertanggungjawaban dihadapan Ilahi Robi yang berkaitan dengan amal perbuatan yang dilakukan oleh tangan maupun kaki setiap manusia. Kiranya pesan misterius Telapak Tangan dan Jejak Kaki Pajajaran sedikit terungkap, ternyata semua itu  untuk dipergunakan sebaik-baiknya agar kelak tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Jadi jika hendak untuk perbuatan yang tidak bermanfaat, sebaiknya perlu dipikirkan secara bijaksana. Oke !
Iklan